Tuesday, February 18, 2014

Rasa Terpuruk Atau Berdosa By Gatry Amalia Sari

Assalamualaikum Wr.Wb.
                Rasanya aneh juga menceritakan tentang ini ke khalayak publik, tapi niatku berbagi cerita bukan maksud untuk pamer, minta dikasihani, ataupun perhatian lebih dari khalayak teman-temanku.
Tapi tolong kalian ambil positif dari cerita ini.
Kali ini aku akan berbagi cerita tentang kenyataan, yang aku alami dan bukan sebuah bualan imajinasi tapi ini dari pengalamanku sendiri. Let’s Enjoy


                Berawal dari marahnya aku sama orang tuaku, waktu itu tepatnya Januari aku marah sama bapak dan ibuku. Kukira marahnya aku hanya bertahan 1-2 hari, ternyata itu salah. Aku marah dengan mereka hingga hitungan mingguan. Mungkin tipe aku yang terlalu peka sama sifat egoisku dan akupun juga anak bungsu yang mungkin sebagian orang menilai anak bungsu itu manja, susah untuk mengerti dan tingkat kekanak-kanakannya lebih tinggi. Valid sih, aku gak menilai itu Kontra memang ada benernya juga aku gak pungkuri sama yang namanya penilaian. Next, dari sifat aku yang begitu, ternyata aku termasuk anak yang batu juga dirumah hubunganku sama kakakku (laki-laki nomer 3 dan aku punya 3 saudara) jadi kurang baik karena sifatku yang seperti itu. Padahal, jika kalian tahu kita itu deket banget dan melebihi kelakuan anak usia 5 tahun yang kalau sudah main pakai ajang teriak sana teriak sini (sekedar hiburan). Tapi itu DULU. Kini aku dan kakakku jadi baku banget, ngomong saja seperlunya, itupun kaya bukan cara bincang seorang adik ke kakaknya. Yaa, beginilah nasib jadi anak yang punya sifat ego tinggi keluargaku menilai aku anak yang susah diatur, pemalas, entahlah lontaran sifat jelek selalu tercurahkan untukku dari mulut-mulut keluargaku.
                Sebelum-sebelumnya aku sih menerima kata-kata itu, tapi lama-kelamaan semua itu berubah. Semenjak itu, aku berubah menjadi anak yang kurang komunikasi dengan keluarga, cepat bosen kalau judul dirumah, dan aku bukan kaya aku yang aku kenal dulu. Aku lebih banyak menghabiskan waktuku diluar entah dengan teman-teman pokoknya judulnya No Family. Rasa awal biasa aja, ketemu temen-temen have fun kaya gak ada beban kalau aku lagi kaya dalam fase perbedaan. Semua berjalan sesuai alur, kujalani terus ada saat dimana aku menangis dengan Allah tanpa mereka tahu dan aku tertawa dengan sesuatu terpaksa. Kuanggap itu biasa. Hehe :”)
                Tapi, berjalan waktu-kewaktu aku merasakan sesuatu yang amat berbeda. Kukira dengan memendam dan bercerita dengan Allah cukup bagiku, tapi ternyata TIDAK!!!
Waktu itu tepatnya menjelang saat aku tidur malam hari sekitar pukul setengah 12-an malam, aku berdoa dan aku tidur. Saat kutidur, entahlah itu halusinasi atau mimpi tapi aku merasakan bertemu sosok putih tinggi yang seperti memberikan isyarat khusus buatku. Aku terhentak, dan bangun dari jam tidurku. Tapi bangun kali ini lebih berbeda, aku merasa badanku mulai dingin dan entah kenapa aku ingin sekali menggenggam tangan ibuku dan kuusap telapak kaki ibu agar aku lebih hangat. Saat itu pula, keadaan badanku semakin dingin dan aku baru ingat saat itu aku belum menunaikan ibadah solat isya. Aku lari dengan khusyuknya aku berwudhu. Air wudhu yang membasahiku sedikit membuatku nyaman dan kumulai solatku dengan Takbir, tapi apa daya badanku lemah tak berdaya bak sekaratulmaut. Jantungku berdentak kencang, badanku makin dingin, pikiranku mulai ngelantur. Saat itu seperti aku akan dipanggil oleh Allah swt, bergegas aku cepat-cepat pergi ke kamar menghampiri orangtuaku tanpa melepas mukenaku dan aku langsung meminta maaf dan memeluk mereka sambilku menangis dengan keadaan lemah serta minta ampun pada mereka. Sungguh malam itu, aku benar-benar menangis terdalam hingga kuucap pada mereka “Ibu bapak gatry gak kuat ini kayanya gatry bakal mati deh, demi badan gatry gakuat. Tolong maafin gatry yaa kalau gatry banyak salah. Gatry bakal masuk surga atau neraka?” (menangisku hingga terisak-isak).
Dan orang tuaku memelukku erat dan menciumku untuk menenangkan keadaanku yang mulai kacau. Kekacauan malam itu membuat keluargaku khawatir dengan keadaanku. Beberapa jam aku tak berdaya dan Alhamdulillah Allah masih memberikanku hidup. Tapi, kusangka kejadian malam it’s over but NO!! Itu kaya awal banget aku ngerasain jadi orang yang melancolist. Darisitu, aku mulai tak bisa mengontrol eRasa terpuruk Atau Berdosamosi. Kaya ada sesuatu yang mengganjal sehingga untuk meluapkannya aku selalu menangis. Berusaha aku menahan tapi rasa sakit dijiwa, batin dan hati itu terasa banget. Aku gak kuat, nangis buatku gak cukup. Sampai berfikir aku ingin mati, ini terasa sakit banget. Sebelumnya aku gak pernah ngerasain yang sesakit ini, tapi kali ini luar biasa sakitnya. Aku seperti takut dalam hal apapun, aku takut pada diriku, orang lain dan itu yang membuatku menangis. Phobia yang berlebih membuatku tersiksa. Hinggaku solat nangisku berlanjut dan meminta sama Allah agar aku disembuhkan dari sakit ini. Jujur gak kuat rasanya apalagi aku termasuk mental rendah.
                Well, aku sekarang lagi belajar proses kontrol emosi. Berusaha banget buat tahan semua biar aku gak menangis. Lebih perbanyak istighfar, baca surat An-Nass, Al-Falaq, solat ( saran orangtua). Belajar melawan Phobia berlebihku dengan belajar ikhlas. Kalau aku mulai kambuh sakit, aku berusaha melakukan hal yang membuatku senang terpaksa yang penting terlupakan.
                Buat kalian khususnya anak-anak muda, ini cerita nyata yang aku alami. Belajar untuk jadi orang yang pemendam itu ternyata gak enak. Mungkin awal kalian akan ngerasain “baik-baik aja” tapi nanti kalian akan ngerasain keadaan “gak baik”. Bisa-bisa kalian ngerasain yang lebih dari aku, begini aja rasanya sakit banget apalagi yang lebih dari ini. Jangan juga ya kalian hilang komunikasi sama keluarga, karena buatku keluarga pilar utama kita didunia. Mereka yang mengerti kita sesudah Tuhan.
                Semoga apa yang aku alami bisa menjadi renungan buat kalian dan tolong ambil yang positifnya aja. Aku mau ingetin sekali lagi, sampai sekarang aku masih ngerasain sakit itu. Dan aku bertahan untuk Tabah sama Allah swt.
Wassalamualaikum
Salam Pemimpi


No comments:

Post a Comment

 
This Blog Are Protected By Me . DO NOT OPEN MY PAGESOURCE . Full Designed by -Nur Irdina Zakaria-
...